Dari Mana Air Terjun Berasal?

Dari Mana Air Terjun Berasal?

Hay guys, disini gue mau ngomongin tentang Air Terjun. Berhubung saat ini publik sedang dihebohkan dengan film Black Panther. Mungkin buat lo yang belum nonton filmnya sontak bertanya apa hubungan nya air terjun dengan film black panther, iyakan? Namun, gue rasa tidak dengan lo yang udah tonton filmnya, dan bisa gue pastiin lo gak asing lagi dengan pemandangan dibawah ini.

Yeah, ini adalah air terjun Wakanda yang menjadi salah satu lokasi penting dalam film lantaran menjadi tempat penobatan dan ritual tarung. So santai, fokus gue nggak kesini kok. Tapi coba deh, lo perhatiin detail air terjunnya. Pernah kepikiran nggak sih air terjun itu datangnya dari mana? Dan gimana air terjun dapat terbentuk sedemikian rupa.

Sebagian dari lo pasti ada yang menjawab, air terjun ada ya karna dari sana nya. Apaansih, pertanyaan itu nggak penting banget deh.. 

Duhh, guys sangat amat disayangi buat lo yang belum apa-apa uda membatasi diri dengan jawaban sedemikian. Padahal kalau lo mau eksplorasi lebih lanjut sedikit aja, lo bakal merasakan sendiri gimana serunya mengaplikasikan ilmu yang lo dapat di sekolah ke kehidupan sehari-hari. Terlebih kalau lo terbiasa melakukannya, secara nggak langsung proses belajar lo berasa nggak ngebosenin. Malah bisa bikin lo ketagihan dan haus akan ilmu pengetahuan.

Nah, pada tulisan gue kali ini, gue inin nunjukin ke lo gimana serunya mengaplikasikan pemahaman Gografi ke sebuah fenomena alam, yaitu itu tadi Air Terjun. Nah, biar lo nggak bingung lagi, langsung aja kita bahas, yukkkkkk…

Penjelasan Mengenai Air Terjun

Pada dasarnya, air terjun adalah sungai atau badan air lannya yang jatuh dari atas tebing berbatu menuju kolam terjun yang ada dibawahnya. Simple aja sih sebenarnya. Pergerakan air ini disebabkan karena pada hakekatnya, air bergerak dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Karena prinsip ini, makanya lo banyak temui air terjun dipegunungan. Jadi, nggak heran dong, kalau pembentukan air terjun itu nggak lepas dari proses Geoglogi yang terjadi selam sungai itu mengalin di pegunungan.

Melihat dua air terjuan diatas, kira-kira lo percaya nggak kalau kedua air terjun tersebut bukanlah murni ciptaan sang pencipta. Nggak percayakan? Nyatanya ini ciptaan manusia lho. Air terjun yang pertama bernama cascata delle marmore berada di Italia dan yang kedua bernama waterfall aviari atau jurong falls berada di Siangpura. Sontak kalian betanya apa yang membuktikan bahwa kedua air terjun itu ciptaan manusia. So, air terjun ini dapat diatur kapan bisa dinyalain dan dimatin airnya, jadi intinya kedua air terjun ini diberdayakan untuk kebutuhan pariwisata. Sorry kalau gue nggak dapat membahas panjang lebar kedua air terjun ini. Karena disini gue akan bahasa tentang air terjun alami, yang terjadi murni karena proses alam.

Jenis-jenis Air Terjun

Well, air terjun itu bentuk nya bisa macem-macem. Klasifikasinya itu bisa beda-beda karena nggak ada standar yang fix buat mengelompokkannya. Secara singkat, disini gue coba tunjukin ke lo beberapa jeni air terjun yang menarik untuk dibahas. Sebenarnya ada banyak sih tapi dari pada ntar pala lu puyeng, gue cuma kasih beberapa yang cukup familliar dalam khazana ilmu mengenai air terjun aja.

  • Block Waterfall

Air terjun ini berasal dari aliran sungai yang lebat banget. Contohnya, berada di negara Kanada yaitu, air tejun Niagara Falls

  • Cascade

Cascade waterfall adalah rangkain air terjun yang menuruni serangkaian tangga batu dan bertemu di satu kolam terjun. Contohnya, air terjun yang berada di India, Monkey Falls.

  • Cataract

Cataract waterfall adalah air terjun yang sangat besar, powerfull dan pastinya sangat berbahaya. Debit air yang dikeluarkan dalam air terjun ini juga besar dan cepat alirannya. Contohnya, Iguazu fall yang berada di perbatasan Argentina dan Brazil. Ingat guys, cataract bukan nama penyakit yaaa hehe..

Catatan : In some cases, Niagara bisa juga diklasifikasikan sebagai cataract karena debit airnya yang gede dan cukup berbahaya. Jadi, balik lagi sih bahwa pengelompokkan ini tidak kaku ya guys.

Gimana Sih Proses Pembentukan Air Terjun?

Okey, ngomong-ngomong proses alam biasanya geografis selalu menekankan tentang dua hal, yaitu perihal ruang dan waktu? Duh maksudnya apaan sih? Begini, umumnya fenomena geografis ini terjadi dalam cakupan ruang yang luas banget dan dengan waktu yang tidak sebentar, dan itu akan terus menerus terjadi. Bisa disimpulkan sesuatunya tuh gak instant terjadi begitu saja. Keep in your mind.

Sekarang kita masuk ke prosesnya deh. Sebelumnya, coba deh lo bayangi dulu sungai yang mengalir dengan derasnya di pegunungan. Ingat guys, air merupakan agen yang bisa memicu pengikisan. Dengan kata lain, air punya daya pengikisan yang tinggi terhadap apa yang dia lewati. Okey? biar nggak ribet amat, coba deh lo lihat dan pahami skema di bawah ini :

  • Sangat jelas terdapat perbedaan lapisan batuan yang jika di lihat dari tingkat ketahan terhadap pengikisan air. Lapisan batuan tersebut ada yang sifatnya hard rock batuan keras dan juga soft rock batuan yang halus. Batuan keras biasanya itu contohnya batuan granit dan soft rock biasnya itu batuan pasir.
  • Sejatinya, badan air atau sungai mengalir melewati lereng pegunungan dan pada waktu yang bersamaan mengikis berbagai macam lapisan batuan yang ada. Air akan lebih muda mengikis lapisan soft rock daripada hard rock. Nah, dampak dari itu terbentuklah kolam terjun sebagai daerah yang lebih dalam
  • Bagian overhang atau lapisan batuan keras yang menonjol dapat runtuk lantaran dilemahkan oleh pengikisan dan pelapukan sehingga dapat ditarik ke bawah oleh gravitasi.
  • Dalam kurun waktu yang panjang, air sungai yang turun menuju lembah tersebut kemudian menjadi air terjun yang kian bertambah tinggi. Tidak hanya itu, kolam terjun juga semakin dalam karena pengikisan air sungan yang jatuh terus-menerus. Batu yang ambruk di gunakan sebagai alat pengikisan air untuk terus mengikis kedalaman kolam terjun. Jadi, lo jangan lagi kalau tinggi air terjun bisa bertambah tinggi.

Kurang lebih, begitulah proses pembentukan air terjun. Anyway, terbentuk juga bagian belakang air terjun yang bisa di kunjungi gitu seperti gua. Hal ini biasanya disebabkan oleh lapisan hard rock yang menjadi bagian overhang yang kemudia menahan pengikisan air sungai yang tadi uda gue jelasi. Gimana, cukup menarik bukan? Contohnya, kayak Steinsdalsfossen di Norwergia.

Terus, kok airnya nggak habis sih?

Okey, sampai di sini mungkin lo udah paham la ya gimana air terjun dapat terbentuk. Pertanyaan lain yang ada dikepala lo mungkin dari mana datangnya air terjun? Kok airnya nggak bisa habis sih?

Nah, airnya nggak habis-habis karena seusatu yang di namakan sebagai siklus air. Siklus air atau bahasa ilmiahnya Siklus Hidrologis adalah pergerakan air yang terjadi secara kontinu di permukaan bumi. Siklus air sendiri bisa dibedakan jadi tiga jenis berdasarkan waktunya yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang. Ketiganya saling berkaitan, jadi gue bakal ulas satu per satu biar lo paham secara menyeluruh dalam memahami persediaan air di air terjun ini.

  • Siklus Pendek

Dalam siklus ini, proses peredaran air hanya akan berlangsung dengan rentan waktu yang singkat dan umumnya terjadi di laut. Panasnya sinar matahari menyebabkan air laut mengalami penguapan. Uap air tersebut kemudian akan menjadi padat pada ketinggian tertentu sehingga dapat membentuk awan. Seiring berjalannya waktu, awan kian semakin membesar dan turunlah sebagai hujan di atas laut. Air yang turun tersebut nantinya akan mengalami penguapan kembali. Dan siklus ini terus-menerus terulang.

  • Siklus Menengah

Nah, siklus inii bisa menjawab pertanyaan lo tentang bagaimana air terjun nggak habis-habis. So, mulanya penguapan yang disebabkan oleh sinar matahari. Kemudian, uap air tersebut membentuk menjadi awan. Yang membedakan angin, rotasi bumi dan berbagai kondisi cuaca di tempat tersebut. Ketika awan tersebut berada pada puncak jenuhnya di udara titik-titik air kemudia turun tercurahkan menjadi hujan di daratan.

Kemudian, hujan yang turun di daerah gunung akan menimbulkan aliran air yang bergerak dari puncak ke kaki gunung melalui sungai, danau, parit atau selokan. Dalam praktinya, badan air termasuk sungai itu kan ( dalam kurung waktu yang lumayan lama ) bisa berkembang menjadi air terjun.

“Air yang mengalir di air terjun tersebut kemudian didapat dari curahan air hujan yang turun secara terus menerus di sungai pegunungan dan kemudian bermuara di kolam terjun”

Jadi, jika kolam terjun tersebut merupakan akhir dari aliran air tersebut, hal ini menunjukan siklus air akan dimulai kembali dari sumber tersebut. Namun, perlu di ingat bahwa ada juga air terjun yang bermuara langsung ke laut. Misalnya, air terjun Jeongbang falls yang berada di Korea Selatan.

  • Siklus Panjang

Basiclly, siklus ini serupa dengan siklus-siklus sebelumnya, tapi jauh lebih kompleks, karena sumber penguapan itu bisa bermacam-macam, nggak hanya dari laut, tapi juga sungai, danau, tubuh perairan lainnya dan hasil transpirasi dari tumbuhan. Uap air yang terbentuk tersebut bergabung menjadi awan dan turun sebagai hujan baik berupa hujan maupun hujna es dan salju. Selain dialirkan melalui badan perairan lainnya seperti di siklus menengah, sebagian hasil hujan juga dapat meresap ke dalam tanah dan menjadi air tanah. Aliran air tanah ini yang kerap disebut sebagai perlokasi, next berakhir di laut. Hendingnya, siklus akan terulang kembali ke laut. So, siklus panjang merupakan siklus yang berlangsung paling lama dan paling komplit.

Kesimpulan

So, kesimpulannya kira-kira begini guys :

  • Karena prinsip air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, air terjun banyak muncul di pegunungan
  • karena pegunungan merupakan tempat yang tinggi.
  • Proses pembentukan air terjun bergantung pada proses pengikisan air terhadap lapisan soft rock di badan sungai.
  • Pembentukan air terjun berlangsung secara terus-menerus oleh air dan terjadi dalam jangka waktu yang lama.
  • Ketersediaan air di air terjun berhubungan dengan siklus air terutama siklus air menengah.

Gimana seru bangetkan? menelaah lebih dalam mengenai fenomena Geografi yang satu ini? Tulisan ini juga membuktikan kalau sebenernya Geografi ya nggak hanya batu doang. Bahasan kali ini datang dari rekan sejawat dari batu itu sendiri yaitu air. So, segitu aja dulu dari gue dan semoga bermanfaat ya tulisan gue ini ke depannya! Semoga tulisan ini membantu menjawab pertanyaan lo tentang air terjun, dan semoga bisa menjadi referensi lo juga. See you guysss~