Menikmati Keindahan ‘Danau Biru’ Di Kalimantan Selatan

Menikmati Keindahan ‘Danau Biru’ Di Kalimantan Selatan

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kota Kalimantan, sungai kapuasnya atau suku dayaknya? Ya, keduanya memang benar ada di Kalimantan. Tapi, gimana dengan danau biru? Apa kamu sudah pernah mendengar sebelumnya? Nah buat kamu yang belum tahu gimana indahnya danau biru yang ada di Kalimantan, silahkan simak artikel di bawah ini.

Profil Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Banjarmasin. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 37.530,52 km² dan berpenduduk ± hampir mencapai 3,7 juta jiwa.

Sejarah Pemerintahan di Kalimantan Selatan diperkirakan dimulai ketika berdiri Kerajaan Tanjung Puri sekitar abad 5-6 Masehi. Kerajaan ini letaknya cukup strategis yaitu di Kaki Pegunungan Meratus dan di tepi sungai besar sehingga di kemudian hari menjadi bandar yang cukup maju.

Untuk kota Kalimantan Selatan, tanggal 1 Januari 1957 benar-benar merupakan momentum penting dalam sejarahnya, mengingat pada tanggal itu Kalimantan Selatan resmi menjadi Provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, bersama-sama dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Barat. Sebelumnya ketiga Provinsi tersebut berada dalam satu Provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan.

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sedangkan Sumber Daya Alamnya yaitu, Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Mayoritas penduduk Kalimantan Selatan merupakan etnis Banjar (74,34%) yang terdiri atas 3 kelompok, yaitu Banjar Kuala, Banjar Pahuluan dan Banjar Batang Banyu. Bahasa yang digunakan dalam keseharian adalah Bahasa Banjar yang memiliki dua dialek besar, yakni dialek Banjar Kuala dan dialek Banjar Hulu. Di kawasan Pegunungan Meratus juga dituturkan Bahasa Bukit.

Rumah adat yang ada di Kalimantan Selatan dinamakan Rumah Banjar Bubungan Tinggi. Rumah Banjar Bubungan Tinggi mempunyai atap tinggi. Bagian depan rumah berfungsi sebagai teras yang dinamakan pelatar, tempat anggota keluarga bersantai. Rumah ini merupakan rumah panggung dan dibawahnya dapat digunakan untuk menyimpan padi dan sebagainya. Seluruh rumah terbuat dari kayu ulin dan atapnya dari sirap kayu ulin.

Kalimantan Selatan memiliki salah satu senjata tradisonal yaitu keris. Ukurannya paling panjang lebih kurang 30cm dan matanya terlogam lainnya. Senjata buat dari besi dicampur logam lainnya. Senjata lainnya adalah anak mandau, bujak (sejenis tombak), sumpitan dan beliung.

Danau Biru Kalimantan Selatan

Sebelumnya kita sudah membahas profil kota Kalimantan Selatan, nah sekarang yang akan kita bahas adalah salah satu tempat wisatanya yang indah dan menakjubkan yaitu Danau Biru. Kamu udah pernah dengar belum? Ketika mendengar Kalimantan, mungkin kamu membayangkan akan jajaran pepohonan belantara yang hampir tak bercelah serta biota laut endemik. Namun siapa sangka tempat yang dulunya bekas tambang berubah menjadi danau yang airnya biru?

Ya Danau Biru merupakan nama tempat wisata yang memang masih asing bagi warga Kalimantan Selatan, apalagi dari luar daerah ini. Tempat wisata ini berada di Desa Sungkai, Kecamatan Simpang Empat Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalsel. Desa ini bejarak sekitar 100 km dari Kota Banjarmasin.

Danau Biru perlahan menyeruak menjadi primadona baru di pulau yang terkenal sebagai rumah bagi orang hutan tersebut. Pasalnya, wilayah yang awalnya tersohor akan pemandangan air keruh dengan dominasi warna cokelat ini tiba-tiba punya sisi lain untuk dicicip eksotismenya. Panorama alam yang tersaji memang luar biasa, sungguh sangat elok dan begitu memanjakan mata.

Pesonanya memang asyik untuk dinikmati. Air danaunya yang biru jernih dan bersih, menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal. Selama ini, air di Kalimantan Selatan lebih berwarna cokelat dan keruh. Namun air danau ini malah berbeda warnanya.

Danau ini tercipta tidak secara alami, namun bekas galian atau tambang pasir yang sudah tidak dipakai lagi. Kemudian airnya terisi secara alami, dikelilingi hutan yang masih alami dan malah menciptakan panorama alam yang menawan. Sepintas memang kawasan Danau Biru itu biasa saja. Lokasinya gersang dan tak ada pepohonan sebagai tempat berteduh. Di sekitarnya hanya ditumbuhi tumbuhan liar. Selain itu, juga ada gundukan tanah yang cukup tinggi di sekitarnya.

Di sini pengunjung bisa berenang dengan aman karena kedalamannya hanya berkisar 1-4 meter. Apalagi jika cuaca cerah, tentu akan tambah asyik bersantai di sini. Selama ini, tempat wisata ini dikelola secara pribadi oleh warga setempat.

Lokasi sekitar danau tersebut juga sangat cocok untuk selfie maupun groupie. Birunya air danau seluas sekitar 3 borong (1 ha= 35 borong) tersebut benar-benar eksotis jadi background foto. Apalagi ada sejenis tebing horizontal yang posisinya menjorok ke danau. Ini akan menjadi tempat yang nyaman dan memukau untuk berfoto ria.

Luasnya memang tak seberapa, namun keunikannya ada pasir putih yang membuat warna airnya jadi biru jernih. Bahkan warna airnya seperti terbagi dua, yaitu biru muda di pinggirnya yang tak begitu dalam dan biru tua jernih di bagian tengahnya yang lebih dalam.

Siapa pun yang datang berkunjung, pasti akan mengaku benar-benar fresh saat berada di Danau Biru Pengaron tersebut. Ketenangan dan kedamaian hati bisa dirasakan. Beban hidup dan berbagai persoalan bisa sirna, jiwa terasa segar dan plong.

Nah jika kamu ingin kesana, dari Banjarbaru silakan ambil arah menuju Martapura. Kemudian ikuti jalan raya tersebut hingga puluhan kilometer. Jika kalian menemukan Polsek Simpang Empat di kanan jalan (dari arah Martapura), di depan Polsek itu ada masjid dan sebelah masjid ada persimpangan jalan yang gangnya tidak begitu besar tapi sudah beraspal.

Setelah masuk gang tersebut, ikuti saja jalannya hingga menemukan perempatan jalan tambang. Nah, belok ke kiri lewat jalan tambang tersebut, jalannya tanah dan menanjak tinggi. Ikuti saja jalannya sampai nanti kamu menemukan simpang 3 jalan besar.

Belok ke kanan dan setelah itu belok kiri, lalu belok kanan menanjak. Lumayan rumit memang untuk menemukan lokasi danau ini. Tempatnya cukup jauh karena di pedalaman Kalsel. Namun buat kamu suka berpetualang di alam liar, cocok deh melepas penat di sini.

Ketika menuju danau biru ini kamu bakal disuguhi pemandangan alam liar dan pedesaan khas Kalimantan Selatan. Di sepanjang perjalanan kamu akan melihat pedesaan dan hamparan sawah yang hijau serta kehidupan tradisional warga pedesaan. Ada yang sedang bertani, memancing, anak-anak yang bebas bermain di alam dan sebagainya.

Setiba di lokasi, mobil atau kendaraan pengunjung bisa di parkir di area parkir yang dikelola warga. Untuk memasuki area ini, kamu cukup membayar parkir Rp 3.000 jika menggunakan sepeda motor dan sukarela jika kamu bermobil. Dari tempat ini, pelancong berjalan kaki untuk menuruni tebing menuju Danau Biru.

Tantangan berikutnya dan yang kian terasa ekstrem yaitu ketika berjalan kaki menuju area danau, ini karena turunannya lumayan curam. Mata harus benar-benar fokus supaya kaki tidak salah melangkah. Lengah sedikit saja, risikonya bisa terpeleset dan jatuh.

Apalagi sebagian bebatuannya licin terutama pasca hujan. Sekitar 10 meter pelancong harus menuruni tebing untuk bisa mencapai danau tersebut. Jangan lupa siapkan pula masker karena jika sedang terik, jalanan ini berdebu dan sering dilalui truk pengangkut pasir.

Pengunjung yang datang biasanya anak-anak muda atau pasangan muda. Selain bersantai menikmati makanan dan minuman. Suasana yang unik di danau dan sekitarnya memberikan pengalaman wisata yang lain daripada biasanya bagi para pengunjung. Selain menikmati indahnya pancaran air yang biru, mengambil foto dengan latar danau ini menjadi suatu yang tidak boleh dilewatkan.

Akan tetapi, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan Ir Hap Baperdo MM, menjelaskan penyebab air berwarna hijau dan sedikit kebiruan itu mengindikasikan kelimpahan keragaman plankton di perairan danau biru itu cukup tinggi. Berdasarkan uji kualitas air yang mereka lakukan, jelas Hap dari 18 parameter yang dianalisa oleh Laboratorium BLH, terdapat empat parameter yang melebihi ambang batas baku mutu.

Seperti PH atau derajat keasaman, Biological Oxygen Demand (BOD), Amonia bebas (NH-N) dan Total Suspended Solids (TSS). “Ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti mual, diare, bahkan berpotensi membawa parasit apabila masuk ke dalam tubuh,” jelasnya.

“Untuk itu kita ingatkan kepada seluruh masyarakat yang datang rekreasi ke tempat itu, untuk tidak menjadikan danau biru itu sebagai tempat mandi, kebutuhan air minum maupun tempat pencucian. Kalau hanya sekadar untuk datang selfie silakan saja, tidak masalah,” ucapnya.

Nah demikianlah artikel tentang danau biru ini, semoga dapat menambah daftar liburan kamu ya. Tapi, jangan lupa ikuti petunjuk yang ada di sana agar tidak terjadi apa-apa dan tetap jaga kebersihan lingkungan di sana…