Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia di Tengah Kemajuan Teknologi?

Bagaimana Perkembangan Pariwisata Indonesia di Tengah Kemajuan Teknologi?

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendukung roda perekonomian negara. Berbagai lokasi wisata dengan beragam budaya yang melekat dapat ditemukan di sepanjang wilayah Bumi Pertiwi kian menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan lokal maupun asing. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia hingga saat ini.

Di sisi lain, era global masa kini memungkinkan terjadinya mobilisasi manusia dengan lebih mudah. Hal tersebut kemudian berimbas pada semakin mudah dan derasnya pertukaran informasi yang terjadi. Perubahan yang diiringi dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut kemudian mengundang perhatian berbagai sektor industri untuk memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) demi mengangkat performa mereka, termasuk dalam sektor pariwisata. Sebelum kita masuk dengan perkembangan pariwisata bersama dengan teknologi saat ini. Mari kita lihat dulu bagaimana perkembangan pariwisata Indonesia saat ini.

Perkembangan Pariwisata Indonesia

Meskipun Indonesia memiliki tempat-tempat menarik untuk pariwisata – wilayah pedalaman yang indah, reruntuhan budaya dan sejarah yang menarik, pantai-pantai, kehidupan malam (Jakarta dan Bali), dan banyak lagi negara ini gagal menarik jumlah turis asing yang besar. Memang betul bahwa Indonesia mungkin mencapai targetnya untuk menyambut 10 juta turis asing di 2015, namun angka ini jauh lebih rendah dari jumlah turis yang mengunjungi negara-negara tetangga Singapura (15 juta) atau Malaysia (27 juta).

Indonesia tidak kalah cantik ataupun menarik. Jadi, apa yang telah menghambat pertumbuhan yang lebih cepat di sektor pariwisata Indonesia? Penting bagi industri pariwisata Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya pada produk domestik bruto (PDB) karena hal ini akan memicu lebih banyak pendapatan devisa (karena setiap turis asing menghabiskan rata-rata antara 1.100 dollar AS sampai 1.200 dollar AS per kunjungan) dan juga menyediakan kesempatan kerja untuk masyarakat Indonesia (berdasarkan data terakhir dari Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran di negara ini mencapai 5,81% di Februari 2015).

Diperkirakan bahwa hampir 9% dari total angkatan kerja nasional dipekerjakan di sektor pariwisata. Saat ini, sektor pariwisata Indonesia berkontribusi untuk kira-kira 4% dari total perekonomian. Pada tahun 2019, Pemerintah Indonesia ingin meningkatkan angka ini dua kali lipat menjadi 8% dari PDB, sebuah target yang ambisius (mungkin terlalu ambisius) yang mengimplikasikan bahwa dalam waktu 4 tahun mendatang, jumlah pengunjung perlu ditingkatkan dua kali lipat menjadi kira-kira 20 juta.

Dalam rangka mencapai target ini, Pemerintah akan berfokus pada memperbaiki infrastruktur Indonesia (termasuk infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi), akses, kesehatan & kebersihan dan juga meningkatkan kampanye promosi online (marketing) di luar negeri.

Apa yang Menghambat Perkembangan Industri Pariwisata Indonesia?

Dalam Travel & Tourism Competitiveness Report dari World Economic Forum, yang “mengukur sejumlah faktor dan kebijakan yang memungkinkan perkembangan berkelanjutan dari sektor travel & wisata, yang pada gilirannya, berkontribusi pada pembangunan dan daya kompetitif negara ini,” Indonesia melompat dari peringkat 70 di tahun 2013 menjadi peringkat 50 di tahun 2015, sebuah kemajuan yang mengagumkan.

Lompatan ini disebabkan oleh pertumbuhan cepat dari kedatangan turis asing ke Indonesia, prioritas nasional untuk industri pariwisata dan investasi infrastruktur (contohnya jaringan telepon selular kini mencapai sebagain besar wilayah di negara ini, dan transportasi udara telah meluas). Laporan ini menyatakan bahwa keuntungan daya saing Indonesia adalah harga yang kompetitif, kekayaan sumberdaya alam (biodiversitas) dan adanya sejumlah lokasi warisan budaya.

Kendati begitu, laporan itu juga menyatakan bahwa Indonesia tidak memberikan cukup penekanan pada keberlanjutan lingkungan hidup (mengakibatkan penggundulan hutang dan membayakan spesies-spesies langka, sementara hanya sedikit dari limbah air yang diolah). Laporan ini juga menyebutkan kekuatiran-kekuatiran tentang keselamatan dan keamanan, terutama kerugian bisnis karena terorisme. Kekuatiran lain adalah karena Indonesia tertinggal di belakang dibandingkan Singapura (peringkat 11), Malaysia (peringkat 25) dan Thailand (peringkat 35) dalam pemeringkatan Travel & Tourism Competitiveness Report 2015.

Kurangnya infrastruktur yang layak di Indonesia adalah masalah yang berkelanjutan, bukan hanya karena hal ini sangat meningkatkan biaya-biaya logistik sehingga membuat iklim investasi kurang menarik namun juga mengurangi kelancaran perjalanan untuk pariwisata. Infrastruktur di Bali luar biasa dan di Jakarta cukup layak (kecuali untuk kemacetan lalu lintas yang sangat besar) namun di luar Bali dan Jakarta kebanyakan infrastruktur di negara ini kurang layak, terutama di wilayah Timur Indonesia karena kurangnya bandara, pelabuhan, jalan, dan hotel.

Kurangnya konektivitas di dalam dan antar pulau berarti ada sejumlah besar wilayah di Indonesia dengan potensi pariwisata yang tidak bisa didatangi dengan mudah. Selain infrastruktur, pendidikan juga menjadi halangan.

Meskipun di Pulau Bali dan hotel-hotel mewah di Jakarta kebanyakan penduduk asli yang bekerja di sektor pariwisata cukup fasih berbahasa Inggris (dan bahkan bahasa-bahasa asing lainnya), di wilayah-wilayah yang lebih terpencil penduduk asli kesulitan untuk berkomunikasi dengan para turis. Oleh karena itu, fokus pada mempelajari Bahasa Inggris akan membantu mengatasi keadaan ini. Halangan bahasa ini adalah alasan mengapa sejumlah warga Singapura lebih memilih Malaysia ketimbang Indonesia sebagai tempat tujuan wisata mereka. Kebanyakan turis asing yang datang ke Indonesia berasal dari Singapura, diikuti oleh Malaysia dan Australia.

Nah, bagaimana sih perkembangan pariwisata di Indonesia seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi? Lalu, apa saja sih sebenarnya peran ICT dalam pengembangan sektor pariwisata di Indonesia? Yuk, simak ulasan di bawah ini!

Pariwisata Indonesia di Tengah Kemajuan Teknologi

Sebagai pihak yang mengemban tugas untuk mengembangkan sektor pariwisata nasional, pemerintah berupaya untuk membentuk langkah strategis guna mengembangkan potensi wisata dalam negeri agar dapat memberikan pemasukan devisa bagi negara. Rencana strategis ini diturunkan ke dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPN). Tidak hanya sampai di situ, rencana kerja tersebut diturunkan lagi ke dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) yang diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan potensi wisata daerah.

Secara garis besar, RIPPN dan RIPPDA memliki fungsi yang berkaitan dengan ketersediaan informasi terkait destinasi wisata di suatu daerah, seperti informasi mengenai lokasi wisata, budaya yang ada di sekitarnya, serta akses yang dapat ditempuh untuk mencapai tempat tersebut

Namun demikian, eksekusi kebijakan RIPPN/RIPPDA dinilai kurang efektif karena tidak dapat menjalankan tujuan penyebaran informasi dengan baik. Misalnya saja, informasi yang dikumpulkan ternyata tidak mudah untuk diakses oleh wisatawan, pengelola area wisata, bahkan antar-anggota pemerintah terkait sendiri. Hal ini tentunya menghambat pemanfaatan potensi pariwisata domestik, sehingga tidak dapat dibiarkan terus-menerus. Dengan begitu, muncullah inisiatif untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi terbuka demi kelancaran arus informasi di industri pariwisata Indonesia.

Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Pengembangan Pariwisata Di Indonesia

Salah satu fenomena yang paling terasa dari perkembangan ICT adalah maraknya penggunaan media sosial. Tidak dapat dipungkiri, fenomena tersebut pun memberikan dampak yang cukup berpengaruh terhadap sektor pariwisata Indonesia, terutama dalam menyebarkan informasi terkait lokasi wisata dan layanan apa saja yang bisa dinikmati wisatawan di area tersebut. Tentunya, dengan perkembangan arus informasi yang lebih terbuka, kini, hampir semua orang/pihak dapat mengakses informasi terkait destinasi wisata Indonesia, sehingga sektor pariwisata Indonesia pun semakin mudah untuk dieksplorasi dan menarik banyak ketertarikan pengunjung.

Informasi yang didapat pun datang dalam berbagai macam bentuk. Mulai dari promotional content, review, ataupun visual experience sharing melalui video atau foto-foto yang diunggah di berbagai online platform. Kita ambil contoh dari salah satu media sosial yang cukup tenar saat ini, YouTube. Salah satu channel YouTube yang cukup terkenal dalam membahas beragam destinasi wisata di Indonesia adalah My Trip My Adventure.

Channel My Trip My Adventure merupakan akun yang membahas dan menggunggah konten terkait pariwisata di Indonesia. Selain membahas tentang lokasi dan aksesibilitas lokasi wisatanya, channel ini juga membahas tentang budaya masyarakat di sekitar lokasi wisata tersebut. Selain itu, ulasan yang diberikan channel satu ini juga cukup menarik sehingga menumbuhkan minat untuk berkunjung bagi para calon wisatawan.

Selain YouTube, Instagram juga merupakan salah satu media sosial yang memberikan pengaruh besar bagi pengembangan pariwisata di Indonesia. Salah satu akun Instagram yang banyak melakukan review terkait destinasi wisata di Indonesia ialah Indonesia Travel (@indtravel). Dalam akun ini, banyak sekali dijelaskan melalui foto maupun caption terkait destinasi pariwisata Indonesia yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan. Dengan berbagai ajakan dan provokasi, Instagram menjadi salah satu media yang bisa dijadikan sarana social campaign bagi destinasi wisata di Indonesia.

Selain melalui media sosial, kampanye pariwisata di Indonesia juga bisa dilakukan oleh berbagai agen perjalanan online, seperti: Traveloka, Pegipegi.com, Airy Room, dan lain sebagainya. Keberadaan agen perjalanan online ini semakin mempermudah akses wisatawan untuk masuk ke sebuah destinasi wisata. Oleh sebab itu, pengunjung dapat dengan mudah mengunjungi lokasi wisata favorit mereka.

Pergeseran Perilaku Berwisata Turis di Era Perkembangan Teknologi

Secara tidak langsung, perkembangan teknologi telah mengubah perilaku berwisata masyarakat karena kemudahan-kemudahan yang bisa didapatkan. Dalam hal ini, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi terkait destinasi wisata yang ada melalui media sosial dan internet. Kemudahan-kemudahan ini menjadi sebuah ketertarikan tersendiri bagi masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata tertentu.

Selain itu, internet dan media sosial juga menjadi sebuah media pengenalan bagi sebuah destinasi atau tempat wisata baru bagi masyarakat. Salah satu contoh destinasi wisata baru yang menjadi terkenal karena pengaruh media sosial ialah Kalibiru, Yogyakarta. Lokasi wisata ini terletak di Kulonprogo, Yogyakarta. Dengan informasi yang cepat tersebar di internet maka lokasi wisata ini sangat mudah dikenal dan dikunjungi oleh masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan sebuah faktor penting dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Hal ini merupakan sebuah kekuatan yang dapat kita jadikan senjata demi pemasukan dalam devisa negara yang lebih besar lagi.