Bangunan-bangunan Bersejarah di Ternate Maluku Utara, Pas Untuk Dijadikan Tujuan Liburan

Bangunan-bangunan Bersejarah di Ternate Maluku Utara, Pas Untuk Dijadikan Tujuan Liburan

Libur akhir pekan pastinya tidak akan dilewatkan begitu saja dong yaa.. Ngomong-ngomong soal liburan nih gaes, uda punya tujuan belom, untuk liburan kali ini? Nah, buat kalian yang belom tau tujuan harus liburan kemana, gausah khawatir gengs, karena di artikel kali ini bakalan disuguhkan dengan tempat-tempat bersejarah yang sangat indah dan cocok banget untuk dijadikan sebagai tujuan berwisata. Penasarankan? Yuk simak ulasannya di bawah ini…

Salah satu tempat yang belom terlalu populer di kalangan pelancong dan bisa menjadi alternatif untuk berwisata adalah Kota Ternate, di Maluku Utara.

Ternate merupakan sebuah daerah yang berada di bawah kaki Gunung Api Gamalama pada sebuah Pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara. Ternate menjadi satu kota otonom sejak 4 Agustus 2010, dan menjadi Ibukota sementara Provinsi Maluku Utara sampai Sofifi yang menjadi Ibukotanya di Pulau Hamahera siap secara infrastruktur.

Tidak hanya itu, Ternate juga memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan masih banyak yang tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belom mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Ternate.

Ternate punya banyak objek wisata keren, mulai dari situs budaya, situs bersejarah, spot foto-foto kekinian sampai air terjun yang sangat memanjakan mata.

Berwisata ke Ternate (negeri rempah), Anda akan menemukan banyak bukti-bukti sejarah pada masa kerajaan Maluku Utara. Ratusan tahun yang lalu, daerah ini diperebutkan berbagai bangsa Eropa. Benteng-benteng pertahanan dan bangunan kerajaan seolah menjadi saksi bisu yang hingga saat ini memendam banyak bukti sejarah.

Berikut adalah beberapa tempat yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Ternate, tempat yang bisa untuk napak tilas masa kejayaan Ternate di sana:

1. Benteng Kalamata

Terletak persis di sebelah wahana permainan air di kota Ternate, Benteng Kalamata seakan tenggelam dalam keramaian wahana disebelahnya. Halaman rumput yang hijau membentang di muka Benteng berbentuk segi enam di selatan kota Ternate, didirikan persis di pinggir laut. Benteng berlatar gunung Gamalama dan Pulau Tidore dan Maitara didepannya. Pada dinding tebalnya benteng ini memiliki lubang-lubang untuk meletakkan senapan bila serangan dari arah laut datang.

Benteng Kalamata merupakan benteng yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1540. Terletak di kecamatan Kayu Merah di Ternate Selatan, sehingga benteng ini dikenal sebagai Benteng Kayu Merah.

Benteng terkenal di Eropa, karena sempat diduduki berbagai negara saat pelayarannya. Mulai dari Portugis yang membangunnya pada 1540, lalu dipulihkan oleh Gubernur Jenderal Belanda Pieter Both pada tahun 1609 dan diduduki oleh Spanyol pada tahun 1625.

Benteng Kalamata berbentuk seperti bintang, karena dirancang menyerupai empat penjuru dunia, dengan empat benteng runcing dan titik-titik tembak. Nama Benteng Kalamata, diambil dari nama adik Sultan Ternate ke 31, Pangeran Kalamata.

2. Museum Kedaton Sultan Ternate

Kedaton Kesultanan Ternate merupakan bukti kerajaan terbesar di Ternate. Ini dibangun sejak 1813 oleh Sultan Muhammad Ali, dengan luas 1.500 meter persegi. Bangunan peninggalan Kesultanan Ternate ini kemudian dialih fungsikan menjadi sebuah museum. Letak bangunan ini berada di Bukit Limau, Jalan Sultan Khairun, Kelurahan Sao Sio, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara.

Bangunan utamanya berbentuk segi delapan yang menyerupai seekor singa yang sedang duduk, dengan kedua kaki depan menghadap ke laut dan Gunung Gamalama sebagai latar belakangnya. Pada bagian tengah bangunan, terdapat museum yang menyimpan benda geologi, etnografi, arkeologi, filologi, teknologi, seni rupa dan keramik.

Selain itu, banyak juga peninggalan Kesultanan Ternate dan bangsa Eropa seperti mahkota, singgasana, peralatan perang, baju adat hingga Al-quran dengan tulisan tangan.

3. Benteng Kastela Ternate

Membahas tentang Ternate memang tak akan pernah bisa lepas dari benteng-benteng peninggalan zaman penjajahan yang berdiri kokoh di tiap sudut pulau, salah satunya adalah Benteng Kastela.

Benteng Kastela ini merupakan benteng peninggalan Portugis. Bangunan ini terletak di Jalan Raya Benteng Kastela Santo Paulo, Desa Kastela. Lokasi benteng ini berada di sebelah utara. Benteng Kastela ini pun biasa disebut Benteng Gam Lamo, yang merupakan sebutan dari Gunung Gamalama.

Benteng yang dibangun oleh Antonio de Brito pada tahun 1521, yang dengannya nama Nostra Senora del Rosario ini dibangun secara bertahap, yang setelah itu dilanjutkan oleh Garcia Henriques pada tahun 1525, serta dilanjutkan oleh Gonzalo Periera sampai-sampai yang terakhir diselesaikan oleh Jorge de Gastro pada tahun 1540.

Disaat masuk ke dalam kastil, kita disambut dengan sebuah tugu yang bertuliskan ucapan selamat datang dengan patung cengkeh yang besar. Tak hanya sampai disitu, jika kita masuk ke dalam, kita akan menemukan relief yang bercerita tentang seputar pembunuhan Sultan Khairun.

4. Benteng Tolukko

Benteng Tolukko berdiri kokoh di sisi timur Pulau Ternate, Maluku Utara. Benteng Tolukko atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Benteng Hollandia. Benteng yang dibangun pada tahun 1540 oleh seorang panglima Portugis ini dulu digunakan sebagai pertahanan terhadap bangsa Spanyol yang sedang menggempur pulau Ternate.

Benteng ini juga dijadikan sebagai tempat untuk menggiring rakyat Maluku yang melarikan diri dari serangan Spanyol agar mau kembali tinggal di tempat ini.

Selain itu, di puncaknya terhampar pemandangan lepas ke Laut Maluku, Pulau Tidore, dan pesisir barat Pulau Halmahera. Benteng Tolukko ini, lokasi bentengnya menjadi favorit foto prewedding. Di benteng ini pemandangannya sangat bagus untuk melihat Gunung Gamalama.

5. Benteng Kota Janji

Dinamakan benteng Kota Janji karena benteng ini pernah menjadi saksi sebagai tempat yang digunakan untuk melakukan perjanjian damai antara Sultan Khairun dengan Gubernur Portugis saat itu.

Benteng kota janji terletak di Jalan Ngade, Dusun Laguna, Desa Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, Provinsi Maluku Utara. Lokasi benteng ini berada di pinggir jalan utama menuju Kota Ternate dari arah selatan.

Berdasarkan sejarahnya, benteng Kota Janji ini dibangun pada tahun 1532 oleh Portugis dan diberi nama Benteng San Jao. Namun karena insiden pembunuhan Sultan Khairun dari Ternate, Portugis diusir dari Pulau Ternate oleh Kesultanan Ternate yang saat itu dipimpin oleh Sultan Babullah pada tahun 1575.

Benteng yang berdenah trapesium ini berukuran 20 x 20 m, berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 2.147,25 dan berada pada ketinggian 50 m di atas permukaan laut. Benteng yang konon terbilang megah ini, kini telah runtuh. Bagian benteng yang masih dapat dilihat sekarang hanyalah bagian dinding luarnya yang tersusun dari batu kali (andesit), batu karang dan campuran pasir dengan kapur, sedangkan bagian dalam sudah tertimbun dengan tanah.

View yang ditunjukkan dari benteng ini adalah hamparan pulau-pulau di depan Ternate, yakni Pulau Tidore dan Maitara.

6. Benteng Oranje

Benteng Oranje dulunya hanya sebuah benteng tua yang dibangun oleh orang Portugis pada abad ke-16. Benteng tersebut berada di pusat Kota Ternate, tepatnya di Kelurahan Gamalama, Maluku Utara. Salah satu benteng yang dibangun Portugis di Pulau Rempah ini jadi tempat hunian orang Melayu saat Portugis berkuasa, sehingga sempat disebut Benteng Melayu.

Pada tanggal 26 Mei 1607 benteng tua itu dibangun kembali oleh Cornelis Matclief de Jonge. Setelah itu, benteng tersebut dinamai Benteng Oranje oleh Francois Witlentt pada tahun 1609. Nama Benteng Oranje pun terus digunakan hingga sekarang.

7. Benteng Kota Naka

Benteng ini dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-18. Letaknya hanya beberapa meter di samping kiri Kedaton (Keraton) Sultan Ternate di atas sebuah bukit. Benteng ini diberi nama sesuai dengan penyebutan ”naka” (nangka), yang menurut masyarakat sekitar hal itu berkaitan dengan aroma nangka yang dapat tercium dari kejauhan.

Apakah pernah terdapat pohon nangka? sejauh ini tidak dapat diketahui dengan pasti. Ini dipersamakan dengan fungsi benteng ini, yaitu untuk mengawasi gerak-gerik Sultan dalam menyelenggarakan pemerintahan selain untuk benteng pertahanan Belanda. Artinya bahwa berita dari benteng ini lebih cepat menyebar di masyarakat tentang kondisi kerajaan.

Saat ini benteng Kota Naka telah mengalami penambahan struktur temboknya, meninggi 2 (dua) meter dari batas atas tembok aslinya. Begitu pun dengan bangunan di dalamnya, kini merupakan rumah kecil dalam bentuk kebanyakan. Pada dinding tembok bagian depan, telah berubah menjadi hiasan dinding mirip dinding kolam taman.

Itulah objek wisata bersejarah di Ternate, yang cocok untuk Anda kunjungi disaat berlibur. Ternate begitu banyak menyimpan keindahan di dalamnya yang mungkin orang Indonesia sekalipun belum banyak yang tau. Semoga bermanfaat gengs, dan ingat! jangan pernah buang sampah sembarang…