Gunung Bromo, Tempat Yang Indah Untuk Menikmati Matahari Terbit

Gunung Bromo, Tempat Yang Indah Untuk Menikmati Matahari Terbit

Indonesia tak hanya memiliki lautan saja, Indonesia juga memiliki banyak pegunungan, bahkan hampir diseluruh daerah diIndonesia memiliki gunung. Salah satu gunung yang sangat populer adalah Bromo. Nah siapa yang tak tau dengan pegunungan yang memiliki view sangat indah. Bahkan tempat ini jugfa menjadi dalah satu destinasi wisata yang paling banyak diminati. Terutama untuk pemburu matahari terbit. Nah seperti apakah pemandangan matahari terbit yang ada di Bromo? Yuk simak ulasan berikut ini.

Lokasi Tempat Wisata

Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur. Nama Gunung Bromo diambil dari bahasa sansekerta/Jawa Kunaya yaitu “Brahma”, salah seorang Dewa Utama Hindu. Gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif.

Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri. Dengan pemandangan yang khas membuat Bromo layak menjadi tujuan wisata. Nah yang buat menarik ialah tak lain dan tak bukan adalah statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Selain itu, daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah kawah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo yang sampai saat ini masih terlihat mengepulkan asap putih setiap saat, manandakan Gunung ini masih aktif.

Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2004.
Sejauh yang mampu kami catat, sejak tahun 1767 gunung Bromo sudah pernah meletus.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Meskipun status gunung tersebut masih aktif, pengunjung tidak usah khawatir karena petugas dari pengelolah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus memantau setiap perkembangan status Gunung Bromo.

Setiap perkembangan yang terjadi terkait dengan aktivitas gunung Bromo selalu dikoordinasikan dengan bagian Vulkanology, keamanan dan para pihak yang tetrakit dengan pengawasan aktivitas Gunung Bromo. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir dengan masalah keamanan di kawasan tersebut.

Menurut sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan lautan pasir berawal dari dua gunung yang saling berimpitan satu sama lain. Gunung Tengger (4.000 m dpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi pada waktu itu. Kemudian terjadi letusan kecil, materi vulkanik terlempar ke tenggara sehingga membentuk lembah besar dan dalam sampai ke desa sapi kerep. Letusan dahsyat kemudian menciptakan kaldera dengan diameter lebih dari delapan kilometer.

Karena dalamnya kaldera, materi vulkanik letusan lanjutan tertumpuk di dalam dan sekarang menjadi lautan pasir dan di duga dulu kala pernah terisi oleh air dan kemudian aktivitas lanjutan adalah munculnya lorong magma ditengah kaldera sehingga muncul gunung – gunung baru antara lain Lautan pasir, Gunung Widodaren, Gunung watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo.

Obyek wisata vulkanik yang mengandalkan kawah Bromo sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara ini mempunyai panorama yang sangat eksotik. Udara dingin, begitulah yang akan kamu rasakan saat pertama kali kamu keluar dari mobil. Suhu disini mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Oleh karena itu, kamu hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki dan syal untuk mengatasinya.

Menikmati Matahari Terbit

Salah satu hal yang paling menarik di atas Gunung Bromo adalah Matahari terbit. Perjuangan melawan kantuk dan hawa dingin terbayar dengan indahnya menyaksikan sang surya yang muncul menghangatkan bumi. Permainan warna di langit Bromo sangat menakjubkan. Bagai lukisan alami yang sangat indah.

Gumpalan awan yang menutup langit perlahan – lahan tersibak oleh bola putih kekuning – kuningan dan cahaya merah merona di ufuk timur. Perlahan-lahan timbulah temberang yang kian membesar hingga membentuk setengah lingkaran sang surya yang merah menyala dan berangsur – angsur warnanya berubah menjadi keemasan. Kawasan ini hampir selalu diselimuti kabut tebal bahkan pada waktu siang hari di mana matahari sudah bersinar terik.

Matahari Terbit di Gunung Bromo dilihat dari puncak pananjakan akan nampak pukul 5.20 pagi hari. Aktivitas wisata di Bromo dimulai sejak pagi hari. Biasanya pemilik penginapan akan membangunkan tamunya sejak pukul 02:00. Berburu indahnya matahari terbit jadi agenda wisata yang sayang untuk dilewati saat kamu mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Ketika matahari sudah muncul, cobalah menjajal kekuatan kamu mendaki kawah Bromo. Berfoto di savana yang indah dan menikmati desir pasir berbisik menjadi kegiatan paling favorit di sini. Nah berikut ini merupakan tempat terbaik untuk melihat matahari terbit:

  • Bukit Cinta Pasuruan

Pasuruan adalah Bukit Cinta, bukit dengan ketinggian 2.680 mdpl. Lokasi ini cukup populer karena namanya. Terdapat tembok besar bertuliskan Love Hill Bromo Tengger sebagai penanda sekaligus tempat berfoto. Dari sini wisatawan sudah bisa melihat Kaldera Tengger, yaitu Gunung Bromo, Gunung Kursi, Watangan dan Gunung Widodaren.

Dari sini pula kamu bisa melihat gagahnya puncak tertinggi di Pulau Jawa, Puncak Mahameru. Suku Tengger menyebut lokasi ini dengan Lemah Pasar yang nama aslinya Pasar Agung. Ini adalah tempat digelarnya Upacara Adat.

  • Bukit Kingkong

Bukit Kingkong merupakan titik paling ramai anteran Jeep sebelum sampai ke Puncak Penanjakan. Masyarakat Tengger menyebut bukit ini Kadaluh, dari bahasa Sansakerta yang artinya pengharapan akan kesuburan wilayah Tengger. Dari bukit ini pemandangan yang sama dari Bukit Cinta pun bisa kamu lihat.

Lokasinya berbentuk tanah lapang di atas bukit yang dibatasi pagar-pagar beton. Lokasi ini bisa jadi alternatif jika di Puncak Penanjakan sudah ramai turis. Wisatawan yang jauh-jauh start dari Malang, Probolinggo, biasanya cuman sampai sini, itu karena supaya mereka bisa turun duluan nanti ke Bromo siangnya.

  • Pos Dingklik

Pos ini berlokasi tidak begitu jauh dari gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), hanya sekitar empat menit perjalanan. Lokasinya cukup ramai oleh orang yang berjualan dan tersedia parkir jeep di sisi-sisi jalannya. Tempat pengamatan bagi wisatawan di sini hanya seperti teras di sisi tebing, tidak begitu luas untuk menampung banyak wisatawan. Penanjakan ini merupakan tempat terbaik untuk menyaksikan Matahari Terbit atau Sunrise.

  • Bukit Mentigen Bromo

Bukit Mentigen Bromo adalah bukit yang terletak di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo denagn ketinggian 2.273 meter diatas permukaan air laut, selain di jadikan tempat alternatif untuk melihat wisata sunrise bromo.

Untuk menikmati keindahan di kawasan Gunung Bromo ini, akan lebih baik jika kamu tidak berkunjung di saat musim liburan. Pada musim liburan, kawasan ini sangat ramai dengan wisatawan domestik dan mancanegara sehingga kamu akan merasa tidak nyaman untuk berwisata secara tenang, damai dan nyaman.

Nah itu dia tempat terbaik yang dapat kamu kunjungi untuk melihat matahari terbit di Bromo. Sebelum melakukan penanjakan ke lokasi, sebaiknya perhatikan perlengkapan yang harus dipakai agar tidak merasa kedinginan. Dan jangan lupa untuk minum secangkir teh panas yang bisa menghangatkan tubuh sebelum ke lokasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya dan dapat menambah pengetahuan kalian semua.