Mari Berlibur Ke “Kampung Pelangi” Semarang

Mari Berlibur Ke “Kampung Pelangi” Semarang

Pelangi? Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata pelangi? Ya, tentu saja hal yang berada di langit bukan? Namun sekarang pelangi tidak hanya ada di langit saja lho, akan tetapi ada juga di sebuah kampung di Semarang. Kamu bisa liburan ke sana bareng keluarga dan juga teman-teman kamu lho.

Mendengarkampung pelangi mungkin yang ada dibenak kamu pasti perkampungan yang berwarna-warni bukan? Yaps bener banget. Perkamupung yang terdapat di Semarang ini memang memiliki banyak warna, sehinggah membuat daerah pemungkiman warga disini menjadi sasaran para pemburu spot foto yang unik untuk intagram mereka. Nah buat kamu yang nggak mau ketinggalan kekinian, yuk kita kunjungi kampung warna-warni ini.

Mengenal Kota Semarang

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa perkampungan pelangi tersebut terletak pada salah satu kota besaryang ada di Indonesia yakni Semarang. Kota Semarang sendiri merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan.

Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa. Bahkan Area Metropolitan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran Kabupaten Semarang, Kota Salatiga dan Purwodadi Grobogan) dengan penduduk sekitar 6 juta jiwa merupakan Wilayah Metropolis terpadat ke 4, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya) dan Bandung Raya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin parah. Kota Semarang dipimpin oleh wali kota Hendrar Prihadi, S.E, M.M.

Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta atau 312 km sebelah barat Surabaya atau 624 km sebelah barat daya Banjarmasin. Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan dan Kabupaten Kendal di barat. Luas Kota Semarang adalah 373.67 km2.

Dalam kurun waktu sejarah telah tercatat bahwa Semarang telah mampu berkembang sebagai transformasi budaya, baik yang bersifat religi, tradisi, teknologi maupun aspirasi yang semuanya itu merupakan daya penggerak yang sangat besar nilainya dalam memberi corak serta memperkaya kebudayaaan, kepribadian dan kebanggaan daerah.

Nilai-nilai agama yang universal dan abadi sifatnya merupakan salah satu aspek bagi kehidupan dan kebudayaan bangsa. Kerukunan agama di Kota Semarang cukup mantap, maka tempat ibadah pun terus berjalan dengan baik. Mayoritas pemeluk agama di kota Semarang beragama Islam selain itu juga ada Khatolik, Protestan, Buddha dan Hindu. Dalam usaha meningkatkan kualitas penduduk, maka salah satu cara yang penting adalah dengan meningkatkan pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Warna-Warni Kampung Pelangi Semarang

Kampung Pelangi yang terletak di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, Jawa Tengah sempat menarik perhatian masyarakat dunia. Kampung tersebut jadi pusat perhatian dunia dan media-media internasional memberitakan pesona Kampung Pelangi di Semarang tersebut.

Banyak yang kagum atas keindahan kampung yang awalnya permukiman kumuh di pinggir kali tersebut. Terlebih lagi, kampung ini bisa jadi destinasi wisata yang instagrammable banget. Di mana ada tempat yang instagrammable, maka tempat itu akan cepat ngehits dan jadi pemberitaan di media sosial.

Kampung pinggir kali tersebut berhasil disulap menjadi cantik oleh warga. Pengunjung mulai datang untuk melihat keunikan kampung pelangi atau sekedar berburu foto kekinian. Tak cuma media lokal, bahkan media asing pun ramai-ramai memberitakan kampung pelangi ini. Perubahan yang dilakukan pada kampung kumuh ini menghabiskan dana senilai Rp 3 miliar. Waw nilai yang sangat fantastis bukan?

Siapa sangka Kampung Gunung Brintik beberapa bulan yang lalu ini adalah kampung kumuh yang tak tertata dengan rimbunan tanaman liar dan tembok-tembok merah tak berplester. Letaknya persis di pinggir kali Semarang dengan kurang lebih 325 rumah. Namun dalam beberapa waktu, kampung ini berubah rupa dan juga berganti nama menjadi “Kampung Pelangi” yang penuh dengan warna-warni.

Proyek ini bermula dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diinisiasi pemerintah kota tahun lalu. Pasar bunga yang berada persis di depannya itu diharapkan menjadi destinasi wisata baru dengan renovasi sekitar Rp9,6 milyar.

“(Tapi) setelah perbaikan itu selesai pada Desember lalu, kita lihat keindahan pasar tidak didukung oleh perkampungan di belakangnya yang merupakan kawasan kumuh,” kata Wali kota Semarang Hendrar Prihadi.

Nah dari situlah muncul ide untuk melakukan renovasi kampung dengan proyeksi anggaran sekitar Rp3 milyar. Namun proyek ini tidak bisa didukung oleh anggaran pemerintah karena tidak semua rumah di sana tergolong miskin, sehingga pendanaan akhirnya dikumpulkan dari sumbangan, dana CSR perusahaan sampai uang pribadi.

Sebenarnya Kampung Pelangi Semarang ini bukanlah kampung bercat warna-warni pertama di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan dan Lubuklinggau juga memiliki konsep kampung tematik yang serupa. Sebutlah media Inggris, The Independent dan Mirror hingga situs konten media sosial seperti BuzzFeed dan BoredPanda.

“The Tiny Rainbow Village That’s Sparking an Instagram Craze (Kampung Pelangi yang kecil ini memicu kegilaan di Instagram),” kata situs fesyen Vogue.

Pemkot Semarang melalui Dinas Penataan Ruang akan menambah beberapa fasilitas agar kawasan tersebut lebih menarik. Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan akan menambah panggung swafoto (selfie) di beberapa titik. “Wisatawan datang ke Kampung Pelangi kebanyakan foto-foto atau selfie. Jadi kami akan tambah panggung selfie dengan latar belakang Kampung Pelangi,” ujarnya.

Agus mengaku tak menyangka jika keberadaan Kampung Pelangi mendapat perhatian dunia. “Awalnya Pak Wali Kota Semarang meminta saya untuk mengangkat daerah kumuh jadi baik. Ternyata sambutannya luar biasa. Banyak pengunjung datang dari mana saja,” ujarnya.

Keberadaan Kampung Pelangi, menurut Agus juga harus disambut baik oleh warga di kampung tersebut. Hal ini perlu mendorong pemberdayaan masyarakat. “Bersyukur masyarakat di sana bisa menangkap peluang. Mereka membuat area gembok cinta. Membuat roti lapis warna-warni atau membuat es mambo warna-warni, juga membuat celengan warna-warni yang bisa jadi ciri khas ketika berkunjung ke sana,” ujar Agus.

Agus berharap kawasan Pasar Bunga Kalisari dan Kampung Pelangi bisa terintegrasi dengan Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti dan pusat oleh-oleh jalan Pandanaran. Jadi nanti parkir cukup di museum lalu wisatawan jalan kaki ke Kampung Pelangi, Jalan Pandanaran atau Lawang Sewu.

Banyak wisatawan lokal datang ke kampung ini terutama pagi dan menjelang sore. Lidia asal Bekasi misalnya tahu tentang kampung ini dari unggahan di media sosial. Dia kebetulan singgah di Semarang dan akhirnya menyempatkan diri mampir untuk melihat dan berselfie. “Tidak beda jauh dengan foto-foto yang beredar, puas banget bisa sampai di kampung pelangi Semarang,” katanya.

Untuk masuk ke lokasi ini cukup mudah dan tidak ada biaya masuk, namun bagi yang membawa motor akan ditarik biaya parkir sebesar Rp 3.000. Biaya itu akan digunakan sebagai operasional serta pengembangan Kampung Pelangi ke depan. Tulisan serta lukisan di tembok banyak yang menyelipkan dengan kritik sosial, seperti pemanasan global, kebersihan lingkungan dan penebangan pohon sembarangan.

Setiap sudut jalan dan rumah layak untuk diabadikan serta dinikmati, karena lokasinya yang berbentuk lereng, maka panorama akan terlihat warna-warni dengan latar belakang warna-warni pula. Di depan Kampung Pelangi, disediakan banyak tempat bersantai seperti cafe dan warung yang juga dipenuhi para penjual bunga asli, sehingga bisa untuk simbol oleh-oleh dari Kampung Pelangi. Di dalam lokasi kampung juga ada warung, angkringan yang juga turut dicat warna-warni dengan pernak-pernik khas pedesaan.

Dilengkapi Gardu Pandang Dan Fasilitas Kuliner

Kampung Pelangi di Kota Semarang, Jawa Tengah kini terlihat makin lengkap. Wilayah Kampung Pelangi tak hanya bersih, tetapi kini dilengkapi dengan gardu pandang dan fasilitas kuliner. Gardu pandang dan kuliner itu dibangun di sebelah kiri Pasar Bunga Kalisari.

Gardu pandang berada di lantai 2 di gedung itu dilengkapi dengan meja, kursi serta tempat yang sangat cocok untuk berswafoto. Gardu pandang itu semakin unik karena diberi nama “Taman Kasmaran”. Di belakang taman itu tersaji pemandangan indah Kampung Pelangi. Sementara, di lantai bawah dijadikan stan kuliner.

Kawasan Kampung Pelangi di Semarang dipastikan makin memikat pengunjung berkat kehadiran “Taman Kasmaran”. Gardu pandang yang berada di Kelurahan Kalisari itu baru saja diresmikan Wali Kota Semarang bersamaan dengan hadirnya food court.

“Jadi konsepnya mempercantik wilayah yang ada di pasar Bunga. Ada kampung di gunung Brintik dengan kampung pelangi, PKL yang dulu kumuh kini jadi food court dan parkir,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihad, usai peresmian. Hendrar juga mengatakan bahwa fasilitas gardu pandang dan kuliner itu untuk mempercantik wajah kota. Jika dulu kawasan terlihat kumuh, tetapi perlahan diubah menjadi lebih cantik.

“Mengubah dari bengkel menjadi jualan makanan ini jadi proses. Mereka tadi khawatir karena gak laku padahal ini potensi laris besar. Kalau ini dirawat, Pokdarwis diajak, maka saya yakin makin maju mendatangkan ekonomi bagi pengelola,” tambahnya. “Pemkot akan tetap berupaya membenahi wajah kota. Ia menargetkan dalam tahun mendatang titik-titik lain wajah kota akan berubah menjadi semakin indah”. Lanjutnya.

Aneka Oleh-Oleh Yang Bisa Didapat di Samarang

Tak lengkap rasanya jika belibur ke Semarang dan sudah foto-foto cantik di kampung pelangi tapi pulang dengan tangan kosong. Pastinya sanak saudara kita yang ada di rumah sangat menginginkan kita membawa oleh-oleh. Nah jika sudah di Semarang alangkah baiknya jika kita membeli beberapa oleh-oleh khas Semarng berikut ini.

  • Lumpia

Menikmati lumpia langsung di kota asalnya memang bisa menimbulkan sensasi tersendiri. Setiap gigitannya yang renyah dengan isi rebung ayam manis gurih bisa jadi membuat kamu tak lelah mengunyah. Bagaimana dengan keluarga di rumah? Pulang dengan membawa lumpia akan menjadi satu cara kamu menunjukkan bahwa kamu selalu mengingat mereka saat berlibur ke Semarang.

Tak sulit mendapatkan lumpia sebagai oleh-oleh. Kamu bisa menemukan lumpia di seluruh penjuru Kota Semarang. Tapi jika ingin membelinya langsung dari pembuat asli resep lumpia datanglah ke Gang Lombok yang berada di kawasan Pecinan Semarang.

  • Wingko Babat

Tidak hanya Yogyakarta yang memiliki Wingko Babat, Semarang pun terkenal dengan oleh-oleh yang terbuat dari kelapa muda dicampur tepung beras ketan dan gula. Jajanan yang satu ini memiliki rasa legit dan khas yang memanjakan lidah. Salah satu wingko Semarang yang terkenal yaitu Wingko Babat Cap Kereta Api dan bisa kamu dapatkan langsung di Jalan Cendrawarih 14, Semarang.

  • Tahu Bakso

Tidak kalah terkenalnya dengan lumpia, oleh-oleh khas Semarang satu ini wajib dibawa saat pulang sebagai buah tangan untuk keluarga ataupun teman. Rasanya yang nikmat lebih lengkap jika dikonsumsi menggunakan cabai rawit. Ada dua jenis tahu bakso yang bisa dipilih yaitu tahu bakso goreng dan tahu bakso rebus. Untuk mendapatkan tahu bakso yang enak, kamu bisa datang ke Tahu Bakso Bu Pudji di Ungaran dan beliau sudah berjualan sejak tahun 1995. Selain di sana, kamu bisa temukan di berbagai pusat toko oleh-oleh khas Semarang lain.

  • Bandeng Presto

Oleh-oleh yang sudah terkenal dan menjadi ciri khas Kota Semarang adalah bandeng presto. Ya, sebagai kota di pinggir laut yang punya banyak tambak, Semarang memang dikenal sebagai salah satu penghasil bandeng terbesar di Indonesia. Berkat ide kreatif seorang wanita bernama Hanna Budimulya pada tahun 1977, ikan bandeng yang dikenal memiliki banyak duri kecil ini pun bisa diolah menjadi bahan pangan yang mudah dimakan. Beberapa olahan bandeng yang bisa kamu bawa pulang di antaranya bandeng duri lunak, bandeng asap dan otak-otak bandeng.

  • Mochi / Moaci Gemini

Salah satu oleh-oleh Semarang lainnya yang terpengaruh oleh cita rasa Asia Timur adalah kue moaci (moci). Sedikit berbeda dengan moci yang dijual di Bandung, moaci Semarang ini memiliki isi kacang halus yang ditambahkan wijen pada bagian luarnya seperti onde-onde.

Tampilannya yang bulat kecil-kecil dan kenyal dengan taburan wijen tentunya akan menggoda siapa pun yang melihatnya. Moaci Gemini dibuat tanpa bahan pengawet dan tahan sampai satu minggu. Moaci Gemini bisa kamu dapatkan di berbagai pusat oleh oleh khas Semarang atau berbagai agrowisata hingga toko pinggir jalan.

  • Tahu Petis

Camilan khas Semarang lainnya yang wajib kamu jadikan buah tangan adalah tahu petis. Tahu petis adalah tahu kuning yang diisi petis, lalu digoreng. Sambal petis inilah yang menjadikan kudapan ini memiliki rasa lezat karena berasal dari udang yang ditumbuk halus dengan berbagai campuran bahan-bahan alami.

Untuk membawa pulang tahu petis, kamu bisa membelinya di gerobak-gerobak penjual gorengan yang biasanya buka sore menjelang malam hari, terutama di kawasan Jalan Mataram atau sekitar Simpang Lima. Supaya tahan lama, kamu bisa meminta penjual untuk memisahkan sambal petis dan tahunya. Dengan begitu, kamu bisa menghangatkan tahu petis di kota asal.

  • Tumpi

Buat kamu yang mencari makanan kering khas Semarang, bisa pilih Tumpi. Tumpi adalah sejenis peyek yang diberi topping kacang hijau memiliki rasa renyah, gurih dan lezat. Hanya dengan membayar sebesar Rp. 11.000 kamu sudah bisa mendapatkan satu bungkus Tumpi dan bisa bertahan cukup lama karena tidak menggunakan bahan pengawet.

Jangan lupa untuk selalu memastikan expired date makanan kepada penjual saat membeli makanan. Salah satu tempat yang bisa kamu datangi untuk mendapatkan Tumpi yaitu di Daerah Karangbolo, Desa Lerep, Ungaran Barat, Semarang.

  • Roti Ganjel Rel

Meski namanya aneh, namun roti ini memiliki rasa khas yang istimewa. Roti ini terbuat dari tepung tapioka, santan, air nira, gula dan kayu manis sebagai penambah aroma sedap. Sebagai pemanis tampilan, roti ditaburi wijen. Tekstur roti yang keras dan warnanya yang coklat membuat warga setempat menyamakannya dengan bantalan rel kereta api.

Gimana? Gak pengen nih jalan-jalan ke Kampung Pelangi? Gak pengen nih lihat keindahannya? Ya, semoga saja dengan membaca artikel ini kamu tertarik untuk mengisi liburan ke Kampung Pelangi yang indah tersebut. Nah kalau sudah liburan, jangan lupa bawa oleh-oleh yang sudah dijelaskan juga di atas tadi. Nah sampai di sini dulu pembahasan kita dan sampai jumpa lagi….