Menikmati Keindahan “Sabang” Yang Tiada Duanya

Menikmati Keindahan “Sabang” Yang Tiada Duanya

Buat kamu yang udah penat dengan keriuhan atau lelah dengan pekerjaan kantor yang menumpuk, sepertinya harus meluangkan waktu untuk merefresh pikiran. Kamu mungkin sesekali memerlukan liburan untuk menenangkan diri, nah kira-kira kamu udah dapat tempat destinasinya belum? Kalau kamu masih bingung mau liburan kemana, gimana kalau kamu pergi ke Sabang? Pasti kamu gak nyesal deh. Penasaran gimana serunya berwisata di Kota Sabang? Yuk, ikuti artikel di bawah ini.

Tentang Kota Sabang

Kota Sabang merupakan wilayah paling barat di Republik Indonesia. Secara geografis Kota Sabang terletak pada koordinat 05o 46′ 28″ – 05o 54′ 28″ Lintang Utara (LU) dan 95o 13′ 02″ – 95o 22′ 36″ Bujur Timur (BT). Kota Sabang terdiri dari lima pulau, yaitu Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Rondo. Kota Sabang sendiri dapat ditempuh sekitar 45 menit menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Ulee Lheue.

Luasan daratan pulau-pulau di Kota Sabang:

  1. Pulau Weh ( Luas : 12.066,56 ha )
  2. Pulau Klah ( Luas : 18,66 ha )
  3. Pulau Rubiah ( Luas : 35,79 ha )
  4. Pulau Seulako ( Luas : 5,5 ha )
  5. Pulau Rondo ( Luas : 50,67 ha )

Kata “sabang” berasal dari bahasa Aceh yaitu “saban” yang berarti sama hak dan kedudukan dalam segala hal. Hal ini dikaitkan dengan keberadaan Sabang yang dulunya banyak didatangi pendatang dari luar untuk membuka kebun (seuneubôk) atau usaha lainnya. Istilah saban ini telah lama melekat kepada Pulau Weh yang kemudian perlahan berubah penyebutannya menjadi “Sabang”.

Sabang memiliki luas 156,3 kilometer persegi dengan puncak tertinggi 617 meter di atas permukaan air laut. Karena terletak di Pulau Weh banyak orang yang menyebut Pulau Weh sebagai Pulau Sabang. Pulau Weh sendiri merupakan pulau utama dan terbesar yang terpisahkan dari daratan Aceh oleh Selat Benggala. Sabang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (UU No. 37 Tahun 2000).

Nah, maksud lagu “DARI SABANG SAMPAI MERAUKE”, yaitu kota yang paling barat dan paling timur di Indonesia. Tak hanya itu, selain berbatasan langsung dengan 3 negara yaitu Malaysia, Thailand dan India, Sabang juga merupakan sebuah daerah yang sangat unik bagi Indonesia. Hal itu karena di sinilah kamu dapat menemukan tugu Nol Kilometer yang merupakan cikal bakal istilah, “Dari Sabang sampai Merauke”.

Jika kamu mengunjungi Sabang, maka kamu akan ditawarkan keelokan garis pantai yang indah, air laut nan biru dan bersih serta pepohonan nan hijau. Akan tetapi, bukan wisata bahari saja dapat ditemukan di Sabang. Ada gunung, danau, pantai, laut serta hutannya yang masih alami dan terjaga menunggu dikunjungi.

Kota Sabang memiliki beberapa pantai terkenal seperti Pantai Anoi Hitam, Pantai Sumur Tiga, Pantai Kasih, Pantai Ceneubeut dan Pantai Laot. Pantai-pantai tersebut sering dikunjugi oleh para wisatawan dalam dan luar negeri untuk kegiatan berenang, surfing dan memancing. Untuk menuju ke Sabang, kamu dapat menggunakan kapal ferry atau kapal cepat dari Banda Aceh. Atau kamu bisa juga menempuh penerbangan singkat ke Bandara Maimun Saleh yang ada di kota ini.

Tempat Wisata Yang Ada Di Sabang

Buat kamu yang udah memiliki jadwal untuk mengunjungi Kota Sabang, sebaiknya harus tahu terlebih dahulu tentang beberapa destinasi yang akan dikunjungi nantinya. Agar kamu gak bingung, di bawah ini adalah pilihan tempat wisatanya:

  • Pantai Iboih

Pantai Iboih adalah spot paling menarik karena fasilitas pariwisata di area ini lengkap sekali. Di kawasan ini terdapat sejumlah penginapan mulai dari kelas backpacker sampai yang mewah. Rental motor, mobil dan alat-alat snorkeling juga ada.

Tak ketinggalan juga warung makan yang menyajikan beragam jenis masakan setempat serta keberadaan Rubiah dive center semakin membuat tempat ini wajib dikunjungi di pulau Weh. Pantai ini cukup dikenal banyak oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara saat berkunjung ke Sabang.

Di tempat wisata ini, kamu bisa menikmati indahnya pesona pantai di atas perahu mesin yang telah disediakan untuk disewa. Selain itu, pantai ini juga sangat asyik untuk dijadikan tempat snorkeling dan diving. Ada banyak jasa yang menyediakan peralatan snorkeling dan diving.

Karena Sabang merupakan bagian dari Aceh yang mayoritas penduduknya adalah muslim, ada peraturan yang harus kamu taati saat berkunjung ke pantai ini. Bagi pengunjung kaum hawa, adanya larangan untuk tidak menggunakan bikini dan pakaian renang. Dan pada hari kamis dan jum’at, pengunjung tidak diperbolehkan untuk ke Pantai Iboih.

  • Pulau Rubiah

Pulau Rubiah letaknya di seberang Iboih, kamu bisa menyewa perahu dari Iboih untuk menyeberang ke pulau Rubiah dan lama penyeberangannya sekitar 15 menit. Di Pulau ini terdapat sebuah makam yang bernama Cut Nyak Rubiah, hal itulah yang menjadikan pulau ini bernama Pulau Rubiah. Menurut informasi warga setempat, konon disekitaran makam Cut Nyak Rubiah terdapat pula banyak makam lainnya yang merupakan makam anak-anaknya. Meskipun begitu, pengunjung tidak perlu takut dengan keberadaan makam tersebut.

Pulau ini juga menyajikan alam bawah laut yang sangat indah. Terdapat banyak terumbu karang indah dan ikan-ikan hias kecil yang memukau. Selain pantai Iboih, Pantai Rubiah juga cocok untuk melakukan Snorkeling dan Diving. Pulau ini memang sangat menawan. Pantainya indah berpadu dengan langit biru dan air yang teramat jernih. Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menikmati surga bawah lautnya. Jika kamu udah pernah mengunjunginya sekali, maka kamu ingin terus mencoba lagi dan lagi.

  • Tugu Nol Kilometer

Seperti yang kita ketahui bahwa hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki monumen yang berharga, termasuk sabang dan merauke memiliki Tugu Kilometer Nol. Sabang dan Merauke merupakan dua kota di ujung paling barat dan paling timur Indonesia yang sama-sama memiliki tugu Kilometer Nol.

Bagi kamu yang baru pertama kali berkunjung ke Sabang, berfoto di Tugu Kilometer Nol Indonesia ini merupakan hal yang wajib. Karena hal tersebut menjadi bukti bahwa kamu telah tiba di titik nol yang berkaitan dengan nuansa nasionalismenya yang sangat kental. Lokasi Tugu ini berada di area Hutan wisata Sabang, tepatnya di Desa Iboih Ujong Ba’u.

Tugu Kilometer Nol yang berslogan ‘Dari Sabang sampai Merauke’ ini dipopulerkan oleh Presiden Soekarno dari ucapan seorang perwira Belanda bernama Jenderal J.B. van Heutsz mengklaim kemenangan Perang Aceh pada 1904, yakni “Vom Sabang tot Merauke”. Dan Tugu ini ini diresmikan oleh wakil Presiden RI, Try Sutrisno pada 9 September 1997 di kota Sabang.

Walau pemandangannya tidak terlalu spektakuler seperti tempat wisata lainnya, tugu nol kilometer memiliki nilai sejarah. Karena ramainya minat wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, maka tugu ini direncanakan akan dibuat lebih megah lagi.

  • Pantai Sumur Tiga

Pantai cantik di Sabang lainnya adalah pantai Sumur Tiga yang berada di kelurahan le Muele, Kecamatan Sukajaya, Sabang. Pantai Sumur Tiga merupakan sebuah pantai yang menyajikan hamparan pasir putih yang memukau. Pantai yang satu ini bisa dibilang memiliki garis pantai yang paling panjang daripada pantai lainnya yang ada di Sabang. Pada sore hari, ombak di pantai ini cukup besar. Sehingga momen tersebut bisa dimanfaatkan bagi para pengunjung pecinta snorkeling.

Pantai Sumur Tiga ini menghadap ke arah timur, karena itulah sunrise yang disugukan di pantai ini sangatlah cantik di dampingi dengan putihnya pasir serta laut yang berwarna biru kehijauan. Di pantai ini ada dua tempat menarik untuk di kunjungi, yaitu Casanemo dan Fredy’s.

Keduanya memiliki cafe dan restoran yang menghadap langsung ke pantai Sumur Tiga. Pepohonan kelapa yang rimbun juga membuat pantai ini tidak terlalu panas untuk dikunjungi. Kesegaran sebutir kelapa muda di siang yang terik rasanya akan nikmat sekali di santap di bawah pohon kelapa dengan pemandangan yang sempurna.

  • Air Terjun Pria Laot

Saat berkunjung ke Pulau Weh memang kita akan berpikir untuk mengunjungi tempat wisata pantai ataupun pulau. Padahal, ada sebuah objek wisata tersembunyi yang sangat menawan dan belum banyak diketahui oleh wisatawan, yaitu Air Terjun Pria Laot. Objek wisata air terjun ini berlokasi di hulu Gunung Sarung Keris, tepatnya di bagian selatan Pulau Weh.

Hijaunya pepohonan yang mengelilingi lokasi air terjun seakan dapat membius mata bagi yang menikmatinya. Udara di sekitar tempat ini juga terasa sejuk dan segar. Salah satu ciri khas di tempat ini yaitu wisatawan akan mendengar beraneka kicauan burung dengan suara yang indah.

Meskipun kolam air terjun ini memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, namun berenang dan berendam di kolam air adalah hal yang mengasyikkan. Saat berendam, tubuh rasanya seperti dikelitiki. Hal tersebut dikarenakan di dalam kolam air ini terdapat banyak ikan-ikan kecil yang menyambut para wisatawan.

  • Pantai Anoi Itam

Dalam bahasa Aceh, Anoi berarti pasir, sedangkan Itam berarti hitam. Bisa disimpulkan, jadi Pantai Anoi Itam ini merupakan sebuah pantai yang memiliki hamparan pasir berwarna hitam. Inilah sebuah keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh pantai-pantai pada umumnya. Pasir berwarna hitam tersebut kemungkinan besar berasal dari gunung berapi di Pulau Weh yang masih aktif.

Tapi jangan salah, pasir hitamnya yang luas dan landau juga menjadi spot menarik untuk berenang dan melakukan olah raga air. Konon kabarnya, menurut sejumlah penyelam, terumbu karang di lokasi ini lumayan bagus. Ada satu hal lagi yang menarik dari pantai Anoi Itam yaitu peninggalan sejarah benteng Jepang di salah satu sisi bukitnya.

  • Benteng Jepang Anoi Itam

Seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi bahwa di pantai Anoi Itam terdapat peninggalan sejarah yang bernama Benteng Jepang. Benteng ini merupakan sebuah tempat wisata favorit bagi para wisatawan saat berkunjung ke Sabang. Benteng yang mempunyai nama Jepang Anoi Itam ini terletak di bagian timur Sabang, tepatnya berdampingan dengan pantai Anoi Itam.

Dahulu, benteng ini merupakan tempat penyimpanan senjata bagi para pasukan Jepang. Di tempat ini, kita akan melihat pemandangan bukit dengan anak tangga di atas rimbunnya pohon. Meskipun benteng Jepang ini memiliki sejarah kelam di masa lalu, namun ada hal yang menjadi sebuah kelebihan di tempat ini, yaitu pemandangan alamnya yang indah dan memukau saat dilihat dari atas bukit.

  • Danau Aneuk Laot

Danau Aneuk Laot atau sering disebut sebagai Danau Air Tawar ini terletak di Kelurahan Aneuk Laot. Dalam bahasa Aceh sendiri, Aneuk Laot itu berarti anak laut. Nama danau ini diberikan karena kota Sabang dikelilingi oleh laut dan selain digunakan sebagai tempat mata pencaharian bagi masyarakat sekitar, danau ini juga digunakan PDAM untuk mensuplai air bersih bagi masyarakat yang tinggal di kota Sabang.

Udara yang segar disekitar danau menyatu dengan panorama alam yang indah membuat objek wisata ini tidak kalah dengan Situ Patenggang, danau yang berada di Kabupaten Bandung. Tak hanya itu, di danau ini juga cukup banyak spot-spot yang bagus untuk mengambil gambar. Dan waktu yang paling tepat untuk ke tempat wisata ini adalah menjelang sore hari dimana panorama sunset yang terlihat dari ujung danau.

Wisatawan juga dapat melihat sunset laut Sabang yang berada tepat di samping danau. Pemandangan yang sangat indah juga akan muncul di malam hari. Pasalnya danau ini akan terlihat semakin cantik dengan lampu-lampu yang menyala yang berasal dari atas bukit kota Sabang. Tempat wisata yang satu ini rasanya cocok untuk dijadikan tempat liburan bersama keluarga.

Kuliner Yang Wajib Dicicipi Para Wisatawan

Pantai Sabang masih sangat alami dengan air laut yang sangat jernih. Setidaknya ada beberapa pantai yang bisa dikunjungi seperti yang sudah disebutkan beberapanya di atas. Namun tak hanya itu saja, para wisatawan yang berlibur ke Sabang wajib nih mencicipi beberapa makanan khas Kota Sabang seperti di bawah ini:

  • Rujak Nol Kilometer

Ke Tugu Nol Kilometer tidak lengkap jika belum mencicipi rujak nol kilometer. Buah-buahan yang dipakai pun tak berbeda dengan rujak pada umumnya, hanya saja yang membedakan adalah sambalnya. Buah Rumbia ditambahkan dalam sambal rujak dan digerus halus dengan gula aren serta cabainya.

Selain warnanya jadi lebih gelap, rasa sambal rujak jadi sedikit mirip kecap. Rasanya memang agak sepat, tapi begitu dicampur dengan gula aren serta bumbu sambal rujak maka rasanya jadi berbeda. Meski sedikit sepat tapi tetap saja terasa nikmat apalagi saat buah-buahan dicocol dengan sambal.

  • Sate Gurita

Sate ini memang menjadi makanan yang unik di Kota Sabang, karena memang hanya ada disini. Yang menjadi keunikan dari Sate Gurita adalah rasa dari daging gurita itu sendiri. Dagingnya yang kenyal dan alot menjadi ciri khas yang tak boleh terlewat saat menikmati sate ini. Biasanya dinikmati dengan lontong dan sambal bumbu padang atau sambal kacang. Wisatawan dijamin ingin nambah lagi jika sudah mencicipi sate ini. Untuk 1 porsi Sate Gurita lezat ini pengunjung hanya perlu membayar Rp 10.000 saja. Sate ini bisa dijumpai di Pujasera (Pusat Jajanan Selera Rakyat) dan di Wisata Kuliner Kota Sabang, yang buka mulai pukul 19.00-23.00 WIB.

  • Mie Jalak

Seperti namanya yang unik, Mie Jalak ini memiliki rasa yang unik juga. Pengunjung bisa menemukan mie ini di Toko Pulau Baru, Jalan Perdagangan, Kota Sabang. Nama Mie Jalak ini berasal dari nama si pembuatnya pertama sekali, yaitu Pak Jalak.

Walaupun tampilannya sederhana, hanya terdiri dari Mie yang berwarna agak kekuningan dengan kuah yang bening, ditambah campuran toge, daun bawang dan taburan daging ikan yang dipotong kecil-kecil berupa dadu, tetapi rasanya nikmat sekali. Untuk seporsi penuh Mie Jalak hanya perlu membayar Rp 10.000 saja. Kalau ada yang berminat menambahkan telur jadi Rp 12.000.

Mie Jalak selalu ramai dikunjungi, baik wisatawan maupun penduduk Sabang sendiri. Toko ini buka mulai pukul 08.00-12.00 WIB dan kembali buka pukul 16.30-22.00 WIB. Puncak penjualan pada saat akhir pekan, kamu harus siap-siap mengantri dan harap-harap cemas tidak kebagian.

  • Mi Sedap

Jangan salah sangka, karena mi sedap di sini bukan mengacu pada merek mi instan. Mi sedap merupakan warung mi yang terletak di Jalan Perdagangan, kota Sabang. Kedai ini selalu ramai apalagi saat hari raya. Nama mie sedap ini sendiri berasal dari nama tokonya, “Sedap”.

Buat yang belum pernah ngerasain dan penasaran bagaimana bentuknya, mi sedap ini pun sangatlah minimalis, hanya mie, plus daging yang berbentuk dadu. Kelihatannya hanya seperti mie yang biasa saja, tapi begitu kita coba mencicipinya, bikin perasaan gimana gitu. Mi di sini dibuat sendiri dari resep turun-temurun tanpa bantuan mesin. Dibuat dari tepung terigu dan telur tanpa bahan pengawet dan biasanya dijual sekali habis.

Buat kamu yang datang ke Kota Sabang dan ingin mencicipi mi ini, bisa langsung datang ke Toko Sedap yang ada di Jalan Perdagangan, karena mie sedap ini hanya dijual di sini. Warungnya buka pukul 08.00- 22.00 WIB. Datang, duduk dan langsung pesan. Pesanan akan segera datang tidak sampai 10 menit, maklum kita memang harus sedikit lama menunggu karena antrian pembeli yang begitu banyak.

Nah demikianlah informasi tentang Kota Sabang di atas tersebut ya, buat kamu yang gak sabar ingin segera ke sana, buruan deh atur jadwal liburan kamu agar bisa menikmati keindahan Sabang. Oke sampai sini dulu ya perjumpaan kita kali ini, see you…